Judul diatas mungkin sering anda lihat di perempatan jalan. kalau saya melihatnya di Yogyakarta. Judul diatas juga menginspirasi teman saya untuk diperdebatkan pada waktu kuliah di kampus. bahkan saya sendiri merasa agak terganggu dengan pernyataan diatas. kalau menurut saya pernyataan diatas tidak salah tapi juga tidak sepenuhnya benar.
ketika kita melihat peminta-minta, pengemis, pengamen di jalanan terkdang ada rasa iba di hati kita. itu kalau melihat yang membuat iba. tapi terkadang juga malah ada yang membuat dongkol di hati, karena sudah wajahnya tidak karuan eee.... ditambah mintanya maksa.. ini sebenarnya yang membuat kita memutuskan untuk memberi atau tidak.
keputusannya sebenarnya ada pada kita masing-masing. karena kita memiliki cara penilaian yang berbeda-beda pada orang lain dan tentunya kita berhak untuk memutuskan hal ini. kita bisa menyeleksi orang-orang tersebut berdasarkan penilaian kita masing-masing. karena kalau menurut saya ada diantara mereka yang memang benar-benar membutuhkan dan jalan itu merupakan jalan terakhir yang harus ditempuh.
oke..... silahkan ambil keputusan anda sendiri untuk menyikapi mereka, tau anda bisa membaca berikut ini....
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/ustadz-menjawab/10/05/24/116856-bagaimana-caranya-mensikapi-anakanak-pengemis-di-sekitar-kita
setuju. peduli itu baru perasaan dan pikiran. sedangkan memberi adalah tindakan wujud nyata dan konkrit dari pikiran itu.
BalasHapusyupp
BalasHapuspeduli.. tapi tidak memberi
gx konkrit istlahnya gitu hehee
Peduli dan memberi kayanya ga bisa dipisah tuh ... harusnya sih klo emank peduli ya memberi......
BalasHapusslam knal ya Sob.....aku Follow sekalian(Dj Site)...Follow balik ya Sob klo berkenan..thnx...
Semangat N met aktivitas!!!